Tampilkan postingan dengan label Tarombo dan Sejarah Marga Gurning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tarombo dan Sejarah Marga Gurning. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 November 2015

Tarombo dan Sejarah Marga Gurning


     Marga Gurning adalah satu kesatuan dengan garis silsilahnya yang menjadikan satu keluarga besar dimana pun dia tinggal atau berada.

Marga dalam Suku Batak
     Marga menjadi identitas orang batak dalam masyarakat dan juga di adat. Marga diturunkan dari ayah kepada anak-anaknya (patriarchal). Marga yang turun temurun dari oppung (kakek) kepada ama (bapak), kepada anak ke pahopp (cucu), kepada nini (cicit), dst. Marga lebih sering digunakan daripada nama. Biasanya kalau orang Batak nama itu disingkat saja. Contoh : Dinayati Gurning disingkat menjadi D. Gurning.

     Berdasarkan historis Budaya Batak bahwa masyarakat Batak berasal dari "SIRAJA BATAK".
Anak siraja Batak ada dua orang yaitu: 
1. Guru Tatea Bulan/Naimarata (G.1)
2. Raja Sumba (G.1)

Guru Tatea Bulan/Naimarata diberkati 5 orang anak, yaitu:
1. Raja Uti/Raja Gumeleng-geleng (G.2)
2. Saribu Raja (G.2)
3. Limbong Mulana (G.2)
4. Sagala Raja (G.2)
5. Gurning Raja (G.2)


     Dengan demikian terlihatlah bahwa sejak dahulu sampai dengan masa sekarang bahwa nenek moyang kita Malau Raja mampu mempersatukan semua anak-anaknya atau Pomparannya didalam satu lingkaran kehidupan yang saling menghormati. Dari pemahaman dan penjelasan tersebut, maka dimohon dengan sangat supaya pomparan Malau Raja memahami arti "SILAU RAJA" dan arti "MALAU RAJA".Bila dikatakan Malau Raja, maka kelima anaknya termasuk di dalamnya, yaitu :
1. Malau Pase (G. 3)
2. Malau Lambean (G. 3)
3. Malau Manik (G. 3)
4. Malau Ambarita (G. 3)
5. Malau Gurning (G. 3)

     Bila yang dimaksud Silau Raja, maka itu dilandaskan pada Marga. Dengan demikian Pomparan Malau Raja terdiri dari 4 marga, yaitu :
1. Marga Malau 
2. Marga Manik
3. Marga Ambarita 
4. Marga Gurning.

     Asal Malau Raja selain dari Sianjur Mula-mula, juga ada yang berasal dari Pangururan dan sebagian merantau ke Porsea, Sibane-bane (Paraduan), Puhit, Ajibata (Sipolha), dan Harian Boho. Kelima tempat tersebut saat ini telah dinamai "Bonapasogit" oleh masing-masing keturunan.

     Di Bonapasogit, tempat asal usul Pomparan Malau Raja sangat jelas tampak bahwa semuanya sama-sama saling menghormati dan menghargai serta memegang teguh bahwa Pomparan Malau Raja terdiri atas lima. Dan inilah yang akan menjadi cikal bakal lahirnya 4 MARGA yang tergabung dalam Silau Raja.

     Jadi jangan salah paham bagi Pomparan Malau Raja terutama yang sudah menikmati kemajuan masa kini dimanapun dia berada yang menurunkan harga diri diantara Pomparan Malau Raja. Jangan sampai ada yang menyatakan bahwa Pomparan Malau Raja hanya terdiri dari empat keturunan saja. 

     Diantara sesama Pomparan terdapat dua pandangan yang marak beredar, ada yang menyatakan 4 dan ada yang menyatakan 5. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberi pemahaman yang lebih luas dan positif diantara kita semua Pomparan Malau Raja dan Marga Silau Raja. Zaman sudah berkembang kita sudah hidup di zaman modern yang sangat maju. Kita tidak lagi tinggal di era kegelapan, tapi sudah hidup di daerah yang terang dan luas bahwa Sinar terang Allah sudah menghidupi kita di masa kehidupan globalisasi yang sangat indah yang diikat dengan Tali Kasih Yesus Kristus. Perkembangan itu sangat jelas mulai dari permulaan kehidupan nenek moyang kita Malau Raja di dalam suasana kehidupan ke-animisme-an, sampai pada kita sekarang yang sudah hidup dalam suasana serba modern. 

Ada Motto yang mengatakan: "Marsipaidaan asa marsitandaan"
                                                       "Marsipaboaan asa marsibotoan"
                                                       "Marsipatorangan asa marsiantusan"

     Dalam Penelahan Sejarah yang dibuat Drs. Gens G. Malau Ompu Linggom Batu Pagar Bolak yang pernah dimuat di Majalah Horas, No. 51/18-30 November 2005, hlm.32-33).
"... penjelasan arti Malau yang kemudian menjadi Marga Malau:
1. Guru Tatea Bulan/Naimarata memiliki 5 Putra dan 5 Putri. Putra bungsunya ialah "Malau       Raja", diperkirakan lahir pada tahun 1195, dialah leluhur Malau.
2. Malau Raja Punya keturunan:
    1. Malau Pase (Memakai marga Malau)
    2. Malau lambe (memakai marga Malau)
    3. Malau Manik (memakai marga Manik)
    4. Malau Ambarita (memakai marga Ambarita)
    5. Malau Gurning (memakai marga Gurning)--> Tapi dalam perjalanan untuk     membedakan Gurning pomparan Saribu Raja dengan Malau Raja, maka sekarang Gurning dari keturunan Malau Raja memakai marga Malau Gurning.
3. Di wilayah Hunian Simanindo (bagian Utara Samosir) nama leluhur Malau Raja berubah menjadi Silau Raja ama dengan di seluruh Simalungun. sebutan ini dimasyarakatkan oleh Mr. Djariaman Damanik saat menjabat Ketua Pengadilan Negeri Medan juga menjadi Ketua Punguan Silau Raja tahun 1952 di Jalan Listrik Medan. Silau Raja dengan hanya 4 anak (Malau, Manik, Ambarita dan Gurning). 

     Penting juga diberitahukan mengenai siapa isteri dari leluhur kita, Op Gens Malau juga mengutarakan hal itu:
Op. Malau Raja memiliki 3 isteri, yaitu:
1. Ompunta Br Simbolon
2. Ompunta Br. Sitepang (Sitanggang)
3. Ompunta Br. Purba Siboro.

Berikut saya lampirkan Tugu Malau Raja :
Tugu Malau - Batu Persatuan Marga Malau 

Tugu Malau - Batu Persatuan Marga Malau 







Horas Malau Gurning !!!!!



 Kunjungi saya di :